Tahun Baru Islam
Oleh: Raisha Aldira Hylmi
MDTA Al Hidayah Kelas 3
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaraakatuh..
Bulan Muharam tiak lepas dari
sejaran dan peristiwa besar Islam. Sejarah Tahun Baru Islam ditandai dengan
besar, yakni peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw. dari Kota Mekah ke Madinah
pada tahun 622 Masehi. Perhitunagn tahun baru Islam bermula di masa Umar bin
Khattab r.a, tepatnya pasca wafatnya Nabi Muhammad Saw.
Umar bin Khattab bermusyawarah
dengan para sahabat dan singkat mereka pun berjima untuk menjadikan momentum
dimana terjadi peristiwa hijran Nabi sebagai awal mula perhitungan tahun dalam
Islam. Sebelum mengenai kalender Islam atau kalender hijriah, masyarakat Arab
mengenai tahun dnegan menamainya menggunakan peristiwa penting yang terjadi di
tahun tersebut. misalnya, kelahian Nabi Muhammad Saw. dikenal dengan Tahun
Gajah, karena pada tahun tersebut terjadi penyerangan terhadapa Ka’bah oleh
pasukan yang menggunakan gajah sebagai kendaraan perangnya.
Peristiwa penting Tahu Baru Islam
diperingati setiap tanggal 1 Muharram oleh kaum muslimin. Nama Muharram secara
bahasa dapat diartikan sebagai bulan yang diharamkan. Yaitu bulan yang di
dalamnya orang-orang Arab diharamkan dilarang melakukan peperangan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaraakatuh.
Mencari Keadilan
Oleh: Alfiyyah Azira
MDTA Al Hidayah Kelas 3
Pada zaman dahulu, ada seekor tupai
tinggal dalam rongga batang pohon untuk jangka waktu yang lama. Ia sangat
menyenangi tempat tinggalnya itu. Pada suatu hari, ia meninggalkan sarangnya
untuk mencari makan dan menemukan sebatang pohon kelapa.
“Kelapa adalah makanan kesukaanku”
katanya. Segera ia memanjat pohon kelapa itu dan mulai menyantap buahnya. Tupai
kecil itu sangat sayang untuk meninggalkan buah kelapa di pohonnya selama
beberapa hari. Akhirnya, buah-buah kelapa itu habis semuanya. “Baiklah aku
pulang sekarang,” ia berpikir, “Aku sudah lama meninggalkan sarangku.”
Namun, ketika tupai itu pergi,
seekor tikus kecil dengan suka cita telah menempati sarangnya dalam rongga kayu
tersebut. Ketika sang tupai kembali, ia sangat kaget menemukan tikus menempati
rumahnya. “Apa yang kamu lakukan di sarangku ?” Tupai bertanya dengan marah.
“Apa maksudmu mengatakan sarangmu ?”
jawab si tikus. “tempat ini kosong ketika aku datang.” “Aku pergi untuk tinggal
pada sebatang pohon kelapa untuk sementara. Itu bukan berarti memberimu hak
untuk pindah ke sarangku. Sekarang, kamu lebih baik keluar sebelum aku
benar-benar marah,” teriak si tupai.
“aku tak peduli apakah kamu marah
ataupun tidak. Aku tidak akan meninggalkan sarangku ini,” kata sang tikus
kecil. Mendengar pertengkaran antara tupai dan tikus kecil itu, semua binatang
berkumpul mengelilinginya. “Sudahlah, kalian jangan ribut-ribut begini.” kata
rusa.
“Lalu, apa yang harus kami lakukan,”
“Mengapa kalian tidak menyuruh seorang hakim untuk memutuskan siapa yang berhak
atas sarang ini?” kata si rusa. “Itu ide yang bagus,” kata si tupai dan si
tikus secara bersamaan. Lalu, mereka segera mencari seorang hakim yang adil
kemana-mana.
Akhirnya, mereka berpapasan dengan
seekor kucing. Ia kelihatannya sangat tua dan terpelajar. “” Bagiku, ia
tampaknya seperti seekor kucing yang bijaksana. Ayo kita minta padanya untuk
menyelesaikan pertengkaran kita,” kata sang tupai.
“Ah jangan!” teriak si tikus,
“Kucing ini dapat membunuh kita.”
Angsa-angsa yang Cerdik
Oleh: Nanda Wahyu Ikhsany
MDTA Al Hidayah Kelas 3
Pada suatu hari, Serigala melihat
beberapa ekor angsa sedang asyik bercakap. Serigala sangat girang. Ia melompat
ke depan angsa-angsa itu dan siap memangsa mereka. Angsa-angsa itu sangat
ketakutan.
Dengan sombong, Serigala itu berkata
pada angsa-angsa itu, “Aku ini baik hati! Jadi, aku akan kabulkan permintaan
terakhir kalian!”
Seekor angsa yang paling cerdas
langsung berkata, “Ijinkan kami menyanyi untuk yang terakhir kali, supaya kami
bisa mati dengan damai.”
Serigala setuju dan mengijinkan
angsa yang cerdas itu menyanyi. Maka, terdengarlah suara teriakan yang keras
dari mulut angsa itu. Lalu, sebelum
teriakannya itu selesai, angsa kedua juga mulai berkoak-koak berteriak.
Kemudian dilanjutkan oleh angsa ketiga dan keempat.
Ketika semua angsa itu selesai
berteriak, sekawanan angsa lain berdatangan. Mereka bergabung dan mulai
berkoak-koak ribut sampai Serigala merasa sakit kepala.
Serigala akhirnya memutuskan untuk
pulang. Ia tidur tanpa makan malam samasekali.
Komentar
Posting Komentar